28 Oktober 2026
Ilustrasi anak diare

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami anak. Kondisi ini biasanya ditandai dengan buang air besar lebih sering dari biasanya dan konsistensi tinja yang lebih encer. Diare dapat disebabkan oleh berbagai hal, terutama infeksi saluran pencernaan akibat virus, bakteri, atau parasit. Pada anak, diare perlu diperhatikan karena kehilangan cairan dapat terjadi dengan cepat.

Lalu, mengapa anak yang mengalami diare sering diberikan oralit dan tablet zinc? Apakah keduanya merupakan obat untuk menghentikan diare? Jawabannya, oralit dan zinc memang merupakan bagian penting dari penanganan diare pada anak, tetapi cara kerjanya berbeda. Oralit terutama berfungsi mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, sedangkan zinc membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare.

1. Oralit bukan sekadar air minum biasa

Saat anak diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan garam mineral melalui tinja. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, anak dapat mengalami dehidrasi. Dehidrasi inilah yang menjadi salah satu bahaya utama pada diare, terutama pada bayi dan balita.

Oralit atau Oral Rehydration Salts (ORS) merupakan larutan yang mengandung air, elektrolit, dan glukosa dengan komposisi yang dirancang agar dapat membantu menggantikan cairan serta garam yang hilang akibat diare. Jadi, oralit bukan obat yang langsung menghentikan anak buang air besar, tetapi membantu mencegah dan menangani kekurangan cairan.

2. Mengapa anak tetap boleh buang air besar setelah minum oralit?

Ini adalah hal yang sering membuat orang tua khawatir. Setelah diberikan oralit, anak mungkin masih tetap buang air besar. Hal tersebut bukan berarti oralit tidak bekerja.

Tujuan utama oralit adalah mengganti cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Jadi, jangan menghentikan pemberian oralit hanya karena diare belum langsung berhenti. Cairan tetap perlu diberikan sesuai anjuran, sedikit demi sedikit tetapi sering, terutama jika anak sulit minum dalam jumlah banyak sekaligus.

3. Lalu apa fungsi tablet zinc?

Berbeda dengan oralit, zinc merupakan suplemen mineral yang diberikan sebagai bagian dari penanganan diare pada anak. Zinc berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan saluran pencernaan.

Pemberian zinc pada anak yang mengalami diare telah terbukti dapat membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare. WHO juga merekomendasikan zinc sebagai terapi tambahan pada anak dengan diare akut cair maupun diare persisten.

4. Mengapa zinc tetap diberikan meskipun diare sudah berhenti?

Inilah salah satu hal yang sering tidak diketahui orang tua. Jika tenaga kesehatan memberikan zinc untuk beberapa hari, jangan menghentikannya hanya karena anak sudah tidak diare, kecuali ada instruksi lain dari tenaga kesehatan.

Zinc diberikan dalam suatu rangkaian terapi untuk membantu pemulihan. Pedoman yang digunakan di Indonesia sebelumnya merekomendasikan pemberian zinc selama 10 hari, dengan dosis 10 mg per hari untuk bayi di bawah 6 bulan dan 20 mg per hari untuk anak di atas 6 bulan.

Namun, perlu diketahui bahwa WHO memperbarui rekomendasi dosis zinc pada tahun 2023/2024, dengan menyarankan dosis 5 mg per hari hingga 14 hari pada anak sampai usia 10 tahun. Karena penerapan dosis dapat bergantung pada pedoman nasional, bentuk sediaan, dan ketersediaan tablet, orang tua sebaiknya mengikuti dosis yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan tidak menentukan dosis sendiri.

5. Jadi, apakah oralit dan zinc itu obat diare?

Ya, keduanya digunakan dalam penanganan diare, tetapi bukan obat yang bekerja dengan cara “menghentikan” buang air besar secara langsung.

Oralit bekerja dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang sehingga mencegah dehidrasi. Sementara itu, zinc diberikan sebagai terapi tambahan yang membantu memperpendek durasi dan mengurangi keparahan diare. Karena memiliki fungsi yang berbeda, keduanya dapat diberikan secara bersamaan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

6. Jangan buru-buru memberikan obat penghenti diare

Ketika melihat anak berkali-kali buang air besar, orang tua mungkin ingin segera memberikan obat agar diare berhenti. Padahal, penanganan diare pada anak tidak selalu berarti menghentikan buang air besar dengan obat tertentu.

WHO merekomendasikan pemberian oralit, zinc, serta tetap memberikan makanan dan ASI selama anak mengalami diare. Penggunaan antibiotik juga tidak diberikan secara rutin pada diare akut cair, kecuali terdapat kondisi tertentu yang memerlukan penanganan khusus, misalnya diare berdarah atau berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan.

7. Anak tetap perlu makan dan minum

Saat anak diare, jangan langsung mengurangi makanan karena khawatir makanan akan membuat diare semakin parah. Anak tetap membutuhkan energi dan nutrisi untuk melawan infeksi dan memulihkan tubuh.

ASI tetap diberikan pada bayi yang menyusu. Anak yang sudah mendapatkan makanan juga tetap diberikan makanan bergizi sesuai kemampuannya. WHO menganjurkan untuk tetap memberikan makanan bergizi dan cairan selama episode diare.

8. Bagaimana jika anak muntah setelah minum?

Jika anak muntah setelah minum oralit, jangan langsung panik. Pemberian cairan dapat dihentikan sebentar kemudian dicoba kembali secara perlahan dengan jumlah yang lebih sedikit tetapi lebih sering.

Untuk anak kecil, pemberian cairan menggunakan sendok dapat membantu. Jika anak terus-menerus muntah, tidak mampu minum, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan penanganan lebih lanjut.

9. Kapan anak dengan diare harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan?

Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti sangat lemas, tidak mampu atau sulit minum, mata tampak cekung, sangat haus, buang air kecil jauh lebih sedikit, atau kondisi anak semakin memburuk.

Anak juga perlu diperiksakan apabila diare berlangsung lama, terdapat darah dalam tinja, atau orang tua merasa kondisi anak tidak seperti biasanya. Pada dehidrasi berat atau syok, pemberian cairan melalui infus mungkin diperlukan.

10. Jadi, apa yang harus diingat orang tua?

Ketika anak mengalami diare, jangan hanya berpikir, “Bagaimana supaya anak tidak buang air besar lagi?” Yang lebih penting adalah mencegah anak kehilangan terlalu banyak cairan dan memastikan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

Ingat tiga hal penting: berikan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, berikan zinc sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan tetap berikan ASI serta makanan bergizi. Jika terdapat tanda bahaya atau kondisi anak memburuk, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Diare pada anak memang sering terjadi dan sebagian besar dapat ditangani dengan baik jika ditangani sejak awal. Jangan menunggu anak mengalami dehidrasi. Oralit bukan sekadar air biasa, dan zinc bukan sekadar “obat penghenti diare”. Keduanya memiliki peran penting dalam membantu anak melewati episode diare dengan lebih aman.

Kesimpulan

Oralit dan zinc bukan obat yang sekadar membuat anak berhenti buang air besar. Oralit menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare, sedangkan zinc merupakan terapi tambahan yang membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare. Karena itu, pemberian keduanya menjadi bagian penting dalam penanganan diare pada anak sesuai kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO). Diarrhoeal disease. WHO.
  2. World Health Organization (WHO). Zinc supplementation in the management of diarrhoea. WHO eLENA, diperbarui 9 Agustus 2023.
  3. World Health Organization (WHO). Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age. 2024.
  4. UNICEF. Oral rehydration salts (ORS) and zinc. UNICEF Supply Division.
  5. UNICEF. Market update: Oral rehydration salts (ORS) and zinc. Diperbarui 6 Juli 2026.
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
  7. WHO/UNICEF. Clinical management of acute diarrhoea: WHO/UNICEF joint statement.