28 Oktober 2026
Kabuat asap

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak. Anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap polusi udara karena saluran pernapasannya masih berkembang dan frekuensi napasnya lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Paparan asap dalam jumlah tinggi dapat membuat anak lebih mudah mengalami gangguan pernapasan.

Kabut asap mengandung berbagai partikel dan zat pencemar yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa perih, hidung berair, mata merah atau perih, sakit kepala, sesak napas, serta napas berbunyi. Pada anak yang memiliki asma atau penyakit pernapasan lainnya, kabut asap dapat memperburuk kondisi dan memicu munculnya gejala.

Saat kabut asap mulai pekat, orang tua sebaiknya mengurangi aktivitas anak di luar rumah. Tutup pintu dan jendela ketika kualitas udara di luar lebih buruk dan usahakan anak berada di ruangan dengan udara yang lebih bersih. Hindari pula aktivitas fisik berat di luar ruangan karena aktivitas tersebut membuat anak bernapas lebih cepat sehingga jumlah polutan yang masuk ke paru-paru dapat meningkat.

Bagaimana pertolongan pertama jika anak mulai mengalami keluhan? Segera jauhkan anak dari sumber asap dan pindahkan ke tempat yang udaranya lebih bersih. Biarkan anak beristirahat dan tetap tenang. Jika anak mengalami iritasi mata, jangan biarkan anak mengucek mata. Mata dapat dibilas dengan air bersih yang mengalir untuk membantu mengurangi rasa perih akibat paparan asap atau partikel.

Pastikan anak mendapatkan cukup cairan dengan memberikan air minum sesuai kebutuhan dan usia anak. Cairan dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membuat tenggorokan terasa lebih nyaman. Namun, pemberian minum bukan pengganti pengobatan apabila anak mengalami gangguan pernapasan yang serius.

Jika anak harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai dan terpasang dengan baik. Namun, masker bukan alasan untuk membiarkan anak tetap beraktivitas di tengah kabut asap. Cara terbaik untuk melindungi anak adalah mengurangi atau menghindari paparan asap sebanyak mungkin. Orang tua juga sebaiknya memantau informasi kualitas udara dan mengikuti anjuran dari pemerintah atau petugas kesehatan setempat.

Bagi anak yang memiliki penyakit seperti asma dan sudah mendapatkan obat dari dokter, obat tersebut dapat digunakan sesuai dengan rencana pengobatan atau petunjuk tenaga kesehatan. Jangan memberikan antibiotik, obat batuk, atau obat lainnya secara sembarangan hanya karena anak mengalami batuk setelah terpapar asap.

Orang tua perlu mengenali tanda-tanda bahaya. Segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila anak mengalami kesulitan bernapas atau sesak yang semakin berat, napas sangat cepat, tarikan dinding dada ke dalam, bibir atau wajah tampak kebiruan, anak sangat lemas, sulit dibangunkan, mengalami kejang, atau kondisi anak semakin memburuk.

Jangan menunggu sampai kondisi menjadi berat. Anak yang mengalami batuk atau gangguan pernapasan setelah terpapar kabut asap dan keluhannya tidak membaik sebaiknya diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan mengurangi paparan asap, menjaga udara di dalam rumah tetap bersih, mengenali gejala, dan segera mencari pertolongan ketika muncul tanda bahaya, kita dapat membantu melindungi kesehatan anak selama terjadi kabut asap.

Lindungi anak dari kabut asap. Kurangi paparan, kenali tanda bahaya, dan segera ke fasilitas kesehatan jika kondisi memburuk.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO). Ambient (outdoor) air pollution. WHO.
  2. World Health Organization (WHO). Air pollution and child health: prescribing clean air. WHO, 2018.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Wildfire Smoke and Children. CDC.
  4. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Protecting Children from Wildfire Smoke and Ash. EPA.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi dan edukasi mengenai dampak kabut asap terhadap kesehatan serta perlindungan masyarakat dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan.