Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada pada tingkat yang terlalu tinggi. Menurut WHO, hipertensi pada orang dewasa didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, yang terukur pada dua hari berbeda. Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala sehingga pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting.
Hipertensi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah, tetapi juga perlu diperhatikan bersama kesehatan gigi dan mulut. Keduanya memiliki sejumlah faktor risiko yang sama, seperti kebiasaan merokok, pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, kelebihan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik.
Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang perlu diwaspadai adalah penyakit gusi (periodontal). Kondisi ini dapat ditandai dengan gusi bengkak atau mudah berdarah. Jika tidak ditangani, penyakit periodontal dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan merusak jaringan penyangga gigi.
Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penyakit periodontal dan hipertensi. Peradangan yang terjadi pada penyakit periodontal diduga berkaitan dengan proses inflamasi dan perubahan pada pembuluh darah. Namun, hubungan ini tidak berarti bahwa penyakit gusi secara langsung menyebabkan hipertensi pada setiap orang. Keduanya dapat saling berkaitan melalui berbagai faktor risiko dan mekanisme tubuh.
Sebaliknya, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Karena itu, mengendalikan tekanan darah merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut juga tidak sulit. Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. Selain itu, periksakan gigi dan gusi secara rutin ke tenaga kesehatan gigi, terutama jika terdapat keluhan seperti gusi mudah berdarah, bengkak, nyeri, atau gigi goyang.
Untuk membantu mengendalikan tekanan darah, terapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, menjaga berat badan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, berhenti merokok, serta membatasi konsumsi alkohol. Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya aktivitas fisik dan pola makan sehat dalam mencegah serta mengendalikan hipertensi.
Jangan lupa untuk memeriksa tekanan darah secara rutin. Jika sudah didiagnosis hipertensi, ikuti anjuran tenaga kesehatan dan jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Pengendalian tekanan darah dan pemeliharaan kesehatan gigi sebaiknya dilakukan secara bersamaan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Pada akhirnya, mulut yang sehat mendukung tubuh yang sehat. Mari jaga tekanan darah, rawat gigi dan gusi, konsumsi makanan bergizi, aktif bergerak, serta lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan langkah sederhana dan konsisten, kita dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Referensi
- World Health Organization (WHO). Hypertension, 25 September 2025.
- World Health Organization (WHO). Oral Health, 17 Maret 2025.
- Kementerian Kesehatan RI. Bahaya Hipertensi, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi, 2024.
- Kementerian Kesehatan RI. Cara Mengatasi Hipertensi, 2023.
- Association of periodontitis with hypertension: An updated systematic review and meta-analysis, PubMed, 2026.