Asam urat sering dianggap hanya berkaitan dengan makanan seperti jeroan atau makanan laut. Padahal, kebiasaan minum juga dapat berpengaruh. Alkohol, terutama bir, serta minuman yang tinggi gula dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Jika kadar asam urat terlalu tinggi, zat tersebut dapat menumpuk dan membentuk kristal di persendian. Kondisi ini dapat menyebabkan sendi terasa nyeri, bengkak, kemerahan, dan panas, terutama saat terjadi serangan asam urat.
Mengapa Alkohol Bisa Meningkatkan Asam Urat?
Alkohol, terutama bir, dapat membuat kadar asam urat meningkat melalui beberapa mekanisme. Ketika tubuh memproses alkohol, terjadi perubahan dalam penggunaan energi yang dapat meningkatkan pembentukan asam urat. Pada saat yang sama, alkohol dapat membuat ginjal lebih sulit membuang asam urat melalui urine.
Bir juga perlu mendapat perhatian karena selain mengandung alkohol, bir mengandung purin yang berasal dari ragi. Akibatnya, konsumsi alkohol dapat membuat asam urat lebih mudah menumpuk dalam tubuh.
Bayangkan seperti ini: tubuh menghasilkan asam urat, sementara ginjal bertugas membuangnya. Jika produksinya meningkat dan pembuangannya berkurang, asam urat dapat menumpuk.
Bagaimana dengan Minuman Manis?
Minuman manis juga perlu dibatasi, terutama minuman yang mengandung banyak fruktosa. Fruktosa dapat ditemukan dalam berbagai minuman dan makanan manis, seperti:
- Soda atau minuman bersoda
- Teh manis kemasan
- Sirup
- Minuman energi
- Jus kemasan
- Berbagai makanan dan camilan manis
Ketika fruktosa diproses oleh tubuh, proses tersebut dapat meningkatkan pembentukan asam urat. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman manis juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan, yang dapat membuat risiko masalah asam urat semakin besar.
Jadi, bukan hanya makanan yang perlu diperhatikan. Apa yang kita minum setiap hari juga penting.
Apa yang Terjadi Jika Asam Urat Menumpuk?
Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kristal di persendian. Kristal tersebut dapat memicu peradangan.
Saat serangan terjadi, seseorang dapat mengalami:
nyeri sendi → bengkak → kemerahan → terasa panas → sulit menggerakkan sendi.
Keluhan dapat terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika mengenai persendian kaki.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali:
1. Batasi atau hindari alkohol
Terutama bir, karena alkohol dapat meningkatkan pembentukan asam urat dan menghambat pengeluarannya melalui ginjal.
2. Kurangi minuman manis
Batasi soda, teh manis kemasan, sirup, minuman energi, dan minuman tinggi gula lainnya.
3. Pilih minuman yang lebih sehat
Biasakan memilih air putih, teh tanpa gula, atau minuman rendah gula dibandingkan minuman yang tinggi gula.
4. Cukupi kebutuhan cairan
Jangan menunggu sampai merasa sangat haus. Minum air yang cukup membantu tubuh dan mendukung fungsi ginjal dalam membuang zat sisa.
5. Saat serangan asam urat, hindari alkohol dan minuman manis
Ketika sendi sedang terasa nyeri dan bengkak akibat serangan asam urat, sebaiknya hindari alkohol dan minuman manis serta ikuti anjuran tenaga kesehatan.
Ingat Pesan Sederhana Ini
“Yang kita minum juga berpengaruh terhadap kesehatan. Batasi alkohol dan minuman manis, perbanyak air putih, dan jaga pola hidup sehat untuk membantu mencegah kambuhnya asam urat.”
Jika mengalami nyeri, bengkak, atau kemerahan pada sendi yang berulang, jangan hanya mengandalkan pengobatan sendiri. Periksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
UPT Puskesmas Kalahien
Melayani dengan K.A.O.H
Kreatif proAktif, Optimis dan Harmonis
Sehat Bersama, Kalahien Maju!