Pernah bertanya-tanya, sebenarnya kita harus menyikat gigi berapa kali dalam sehari? Ada yang menyikat gigi sekali sehari, dua kali sehari, bahkan lebih. Lalu, mana yang benar? Secara umum, menyikat gigi dua kali sehari merupakan kebiasaan yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut. Waktu yang paling dianjurkan adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam.
Mengapa harus dua kali sehari?
Sepanjang hari, sisa makanan dan minuman dapat menempel pada permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan, bakteri di dalam mulut dapat memanfaatkan sisa makanan tersebut dan menghasilkan asam yang dapat merusak gigi. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, plak dapat menumpuk dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, bau mulut, serta peradangan pada gusi. Menyikat gigi secara rutin membantu membersihkan plak dan sisa makanan sehingga gigi dan gusi tetap sehat.
Kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi?
1. Setelah sarapan
Menyikat gigi pada pagi hari membantu membersihkan sisa makanan dan plak yang terbentuk selama tidur. Namun, jika mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam, sebaiknya tidak langsung menyikat gigi. Berikan jeda terlebih dahulu agar permukaan gigi tidak mengalami kerusakan akibat menyikat gigi ketika kondisi email gigi masih lebih rentan terhadap asam.
2. Sebelum tidur malam
Ini adalah waktu yang sangat penting. Saat tidur, produksi air liur berkurang sehingga kemampuan alami mulut dalam membersihkan sisa makanan juga menurun. Karena itu, usahakan jangan tidur sebelum membersihkan gigi. Setelah menyikat gigi pada malam hari, hindari kembali mengonsumsi makanan atau minuman manis.
Apakah boleh menyikat gigi lebih dari dua kali?
Boleh, terutama setelah mengonsumsi makanan tertentu atau ketika merasa mulut kurang bersih. Namun, menyikat gigi terlalu sering atau terlalu kuat bukan berarti gigi akan semakin sehat. Tekanan yang terlalu kuat dapat menyebabkan gusi mengalami iritasi dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan permukaan gigi terkikis. Yang lebih penting bukan hanya seberapa sering kita menyikat gigi, tetapi bagaimana cara kita menyikat gigi.
Bagaimana cara menyikat gigi yang benar?
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut.
- Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
- Sikat seluruh permukaan gigi, termasuk bagian depan, belakang, dan permukaan untuk mengunyah.
- Bersihkan bagian sepanjang garis gusi dengan lembut.
- Jangan menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat.
- Luangkan waktu sekitar 2 menit untuk menyikat gigi.
- Ganti sikat gigi secara berkala atau ketika bulu sikat sudah rusak dan mekar.
Selain menyikat gigi, membersihkan sela-sela gigi juga penting karena sikat gigi tidak selalu mampu menjangkau seluruh bagian tersebut.
Jadi, berapa kali sehari?
Jawabannya sederhana: dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam.
Namun, menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal frekuensi menyikat gigi. Pola makan, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis, kebersihan sela-sela gigi, serta pemeriksaan gigi secara berkala juga berperan penting. Jangan menunggu sampai gigi terasa sakit baru memeriksakannya. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jika mengalami sakit gigi, gusi bengkak atau berdarah, bau mulut yang tidak kunjung membaik, atau keluhan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Yuk, mulai biasakan menyikat gigi dua kali sehari dan jadikan kesehatan gigi sebagai bagian dari gaya hidup sehat keluarga!
UPT Puskesmas Kalahien
Melayani dengan K.A.O.H — Kreatif, proAktif, Optimis dan Harmonis