Musim kemarau perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kalahien yaitu : Desa Kalahien, Desa Lembeng, Desa Penda Asam, Desa Teluk Mampun, Desa Tanjung Jawa, Desa Pararapak, Desa Mabuan, Desa Muara Ripung, Desa Danau Masura, dan Desa Murung Paken di Kabupaten Barito Selatan. Kesepuluh desa tersebut berada di Kecamatan Dusun Selatan dan memiliki kebutuhan masyarakat yang perlu didukung dengan ketersediaan air minum yang aman.
Pemenuhan cairan bukan sekadar memastikan warga dapat minum ketika haus. Pada musim kemarau, air juga diperlukan untuk mengolah makanan, memberikan minum kepada bayi dan balita, mencegah dehidrasi pada pekerja luar ruangan, serta mengganti cairan yang hilang akibat diare dan cuaca panas.
Minum Secara Teratur
Cuaca panas meningkatkan pengeluaran cairan melalui keringat. Masyarakat di sepuluh desa tersebut dianjurkan minum air putih secara berkala dan tidak menunggu sampai rasa haus muncul.
Kebiasaan yang dapat dilakukan keluarga antara lain:
- Minum air putih setelah bangun tidur.
- Membawa botol minum ketika pergi ke kebun, ladang, sungai, sekolah, atau tempat kerja.
- Minum sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas fisik.
- Beristirahat di tempat teduh pada siang hari.
- Menawarkan minum kepada anak-anak secara berkala.
- Menghindari aktivitas berat ketika cuaca sangat panas.
- Mengurangi minuman tinggi gula dan kafein secara berlebihan.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Orang yang bekerja di luar ruangan atau banyak berkeringat mungkin membutuhkan lebih banyak cairan daripada orang yang beraktivitas ringan di dalam rumah. Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat memperbanyak air putih saat cuaca panas dan membatasi minuman yang terlalu manis.
Air Minum Harus Aman
Air yang cukup belum tentu aman untuk dikonsumsi. Air dari sungai, sumur, atau penampungan harus dipastikan tidak tercemar dan perlu diolah apabila kualitasnya belum terjamin. Langkah yang perlu diterapkan meliputi:
- Gunakan air dari sumber yang aman untuk minum dan memasak.
- Rebus air hingga mendidih jika sumbernya belum terjamin.
- Simpan air matang dalam wadah bersih dan tertutup.
- Pisahkan wadah air minum dari wadah untuk mencuci.
- Gunakan gayung atau alat pengambil air yang bersih.
- Jangan mencampur air baru dengan air lama yang telah tersimpan terlalu lama.
- Bersihkan tempat penampungan secara berkala.
- Jangan mengonsumsi air yang berbau, berubah warna, atau sangat keruh sebelum diolah.
Dokumen pengelolaan sumber daya air di wilayah Barito mencatat bahwa kualitas air di sejumlah lokasi dapat berada pada tingkat pencemaran ringan hingga sedang. Karena itu, air permukaan tidak sebaiknya langsung dikonsumsi tanpa pengolahan dan pemeriksaan yang memadai.
Prioritas untuk Kelompok Rentan
Keluarga perlu memberikan perhatian lebih kepada balita, anak sekolah, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang sedang sakit. Anak-anak sering tidak menyadari bahwa tubuhnya mulai kekurangan cairan, sedangkan lansia dapat mengalami penurunan rasa haus.
Desa Mabuan, Kalahien, dan Teluk Mampun sebelumnya pernah tercatat sebagai lokus penanggulangan stunting di Kecamatan Dusun Selatan. Hal ini membuat pemenuhan air minum dan pemantauan kesehatan anak menjadi semakin penting di wilayah tersebut.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Sediakan air minum di rumah yang mudah dijangkau anak dan lansia.
- Berikan minum kepada anak setelah bermain atau beraktivitas.
- Pastikan ibu hamil dan ibu menyusui minum secara teratur.
- Sediakan air minum di Posyandu dan sekolah.
- Pantau berat badan balita secara rutin.
- Jangan menunggu anak tampak sangat lemas sebelum memberikan pertolongan.
Mengenali Dehidrasi
Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda kekurangan cairan, yaitu:
- Haus dan mulut kering.
- Urine berwarna kuning pekat atau jumlahnya berkurang.
- Pusing dan sakit kepala.
- Tubuh lemas.
- Kulit terasa kering.
- Kram otot setelah bekerja atau beraktivitas.
- Mengantuk atau sulit berkonsentrasi.
Tanda bahaya yang memerlukan pertolongan segera meliputi pingsan, kebingungan, tidak mampu minum, muntah terus-menerus, sangat jarang buang air kecil, atau tubuh semakin lemah. Warga dengan kondisi tersebut perlu dibawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Cairan Saat Diare
Air yang tidak aman dapat meningkatkan risiko diare. Selama musim kemarau, keluarga harus memperhatikan kebersihan air minum, makanan, tangan, dan peralatan makan. Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur pernah mencatat peningkatan kasus diare selama musim kemarau, sehingga kewaspadaan serupa penting diterapkan di desa-desa Barito Selatan.
Jika terjadi diare:
- Berikan oralit sesuai petunjuk pada kemasan.
- Tetap berikan ASI kepada bayi yang menyusu.
- Berikan minum sedikit demi sedikit tetapi sering.
- Sediakan makanan lunak sesuai kemampuan penderita.Segera ke fasilitas kesehatan jika penderita sangat lemas, tidak mau minum, muntah terus-menerus, atau mengalami penurunan kesadaran.
WHO merekomendasikan rehidrasi oral untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.
Rencana Aksi
Pemenuhan cairan akan lebih efektif jika dilakukan melalui kerja sama pemerintah desa, Puskesmas, kader Posyandu, sekolah, kelompok masyarakat, dan pengelola layanan air.
Langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Membuat peta sumber air di setiap desa dan dusun.
- Mendata keluarga yang membutuhkan bantuan air.
- Menyediakan tandon air di lokasi strategis.
- Menyiapkan cadangan air minum di Posyandu, sekolah, dan fasilitas umum.
- Mengatur distribusi air tangki secara transparan berdasarkan kebutuhan.
- Memberikan edukasi tentang perebusan dan penyimpanan air.
- Memantau kasus diare dan tanda dehidrasi melalui Puskesmas serta kader.
- Mengimbau warga membawa air minum ketika bekerja di luar rumah.
- Mengutamakan balita, lansia, ibu hamil, dan warga sakit dalam pelayanan air.
- Melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala.
Penutup
Pemenuhan cairan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kalahien perlu dilakukan melalui tiga upaya utama: menyediakan air yang cukup, memastikan air aman diminum, dan mencegah dehidrasi.
Minum air putih secara teratur, membawa bekal air saat beraktivitas, menjaga kebersihan tempat penampungan, serta memberikan perhatian kepada kelompok rentan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga. Dukungan distribusi air dan pemantauan kesehatan dari pemerintah desa serta tenaga kesehatan akan membantu masyarakat melewati musim kemarau dengan lebih aman.
Sumber :
- [idr.uinantasari.ac]
(https://idr.uinantasari.ac.id/17296/7/BAB%20IV.pdf)
- [kemkes.go]
(https://www.kemkes.go.id/id/berikut-tips-menghadapi-cuaca-panas-tak-biasa)
- [sda.pu.go]
(https://sda.pu.go.id/assets/uploads/files/2022_Rencana%20PSDA%20WS%20Barito.pdf)
- [kalteng.antaranews]
- [kalteng.antaranews]
- [who]
(https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease)