12 Agustus 2026
Screenshot 2026-08-03 065616

BUNTOK – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Barito Selatan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Barito Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), serta Pencegahan Perkawinan Anak, yang berlangsung di Aula TP PKK Kabupaten Barito Selatan, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dalam memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Sosialisasi diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai bentuk kekerasan, perdagangan orang, perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, serta pentingnya mencegah praktik perkawinan usia anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Selatan, Dr. Hj. Permana Sari, S.Si., M.M., M.B.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak untuk hidup aman, terlindungi, dan memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.

“Permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, anak yang berhadapan dengan hukum, hingga perkawinan anak merupakan tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, hingga dunia usaha,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kabupaten Barito Selatan, Nyimas Artini, SE., MM., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dalam memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta penguatan sistem layanan perlindungan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.

Ia juga menjelaskan bahwa sosialisasi serupa akan terus diperluas pelaksanaannya hingga mencakup seluruh enam kecamatan di Kabupaten Barito Selatan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap dapat memperkuat komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak. Selain itu, sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menekan angka perkawinan anak, serta memastikan terpenuhinya hak-hak anak, termasuk bagi anak yang berhadapan dengan hukum, melalui layanan perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap isu-isu perlindungan perempuan dan anak, diharapkan terwujud budaya kepedulian, keberanian untuk melapor, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah terjadinya kekerasan dan memberikan perlindungan yang optimal bagi setiap perempuan dan anak di Kabupaten Barito Selatan.

#BeraniKarenaPeduli, Anak Terlindungi, Indonesia Maju

#NoExcuse

#Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Keluarga Sejahtera