Crosscutting Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan menggambarkan pola keterkaitan dan kolaborasi lintas sektor yang diperlukan untuk mencapai sasaran peningkatan kualitas kesehatan perseorangan dan masyarakat, terutama dalam upaya penurunan stunting, penguatan layanan kesehatan dasar, dan pengentasan kemiskinan. Dokumen ini menunjukkan bahwa berbagai indikator kesehatan tidak dapat dicapai hanya melalui intervensi Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan dari banyak perangkat daerah lain seperti DPPKBP3A, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, PUPR, Diskominfo, Disdukcapil, Dinas Pendidikan, serta Dinas Lingkungan Hidup. Kolaborasi tersebut menyasar kegiatan-kegiatan kunci seperti pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, pelayanan standar bagi ibu bersalin dan bayi, pemberian MP-ASI, peningkatan cakupan ASI eksklusif, penanganan gizi buruk, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. Crosscutting ini juga menekankan integrasi pengelolaan data melalui surveilans gizi elektronik, intervensi sanitasi seperti stop buang air besar sembarangan, promosi kesehatan dan gerakan hidup bersih dan sehat, jaminan kesehatan bagi kelompok miskin, penyaluran bantuan pangan bergizi, hingga pembinaan kader pembangunan manusia di desa. Dengan memetakan secara jelas peran masing-masing perangkat daerah terhadap indikator kegiatan kesehatan, dokumen crosscutting ini memastikan bahwa upaya perbaikan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta penanggulangan kemiskinan berjalan secara terpadu, saling memperkuat, dan berkontribusi langsung terhadap pencapaian tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Barito Selatan.