Hai Sobat Harati, Kita Perlu Waspada Asap dan Debu di Musim Kemarau di Wilayah Kabupaten Barito Selatan, Khususnya Wilayah Kerja UPT Puskesmas Buntok
Musim kemarau telah tiba. Cuaca yang panas, curah hujan yang rendah, tanah yang semakin kering, serta banyaknya rumput dan semak yang mengering membuat risiko kebakaran hutan dan lahan atau karhutla semakin tinggi.
Bagi masyarakat Kabupaten Barito Selatan, khususnya warga di wilayah kerja UPT Puskesmas Buntok, kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan asap dan debu yang mengganggu kualitas udara serta kesehatan masyarakat.
Asap dapat berasal dari kebakaran hutan dan lahan, pembakaran sampah, pembakaran semak atau lahan, kendaraan bermotor, dan berbagai sumber lainnya. Sementara itu, debu lebih mudah beterbangan ketika tanah dan jalan dalam keadaan kering.
Keduanya dapat menjadi masalah apabila terhirup terus-menerus, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit tertentu.
Karena itu, mari bersama-sama waspada terhadap kebakaran hutan, asap, dan debu selama musim kemarau.

Pada Agustus dan September 2026, kabut asap juga mulai menyelimuti wilayah Barito Selatan. UPT Puskesmas Buntok melakukan pembagian masker kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan dari dampak kabut asap. Kegiatan tersebut menyasar berbagai lokasi masyarakat, termasuk jalan utama, permukiman, dan kawasan aktivitas warga.

2 September 2026, BPBD Barito Selatan menyampaikan bahwa kabut asap yang menyelimuti wilayah Barsel diduga kuat berasal dari asap kiriman kebakaran hutan dan lahan dari kabupaten tetangga. Artinya, meskipun api tidak selalu berada di sekitar Buntok, asapnya tetap dapat terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di wilayah Barito Selatan.
Asap Tidak Selalu Berasal dari Kebakaran di Sekitar Kita
Ketika masyarakat melihat kabut asap di Buntok, bukan berarti kebakaran selalu terjadi tepat di dalam wilayah Kota Buntok.
Asap dapat terbawa angin dari lokasi kebakaran yang berada cukup jauh. Inilah yang disebut sebagai asap kiriman.
Namun, asap juga dapat berasal dari berbagai aktivitas di sekitar kita, antara lain:
- Kebakaran hutan dan lahan.
- Pembakaran semak atau rerumputan.
- Pembakaran lahan untuk membuka area.
- Pembakaran sampah secara terbuka.
- Asap kendaraan bermotor.
- Aktivitas industri dan pembakaran bahan bakar.
- Kebakaran permukiman atau bangunan.
- Asap dari kebakaran di wilayah lain yang terbawa angin.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa menjaga kualitas udara bukan hanya tanggung jawab petugas pemadam kebakaran atau pemerintah. Setiap anggota masyarakat memiliki peran dalam mengurangi sumber asap.
Mengapa Kebakaran Mudah Terjadi Saat Musim Kemarau?
Saat hujan jarang turun, kandungan air dalam tanah dan tumbuhan semakin berkurang. Rumput, daun, ranting, semak, dan bahan organik lainnya menjadi kering.
Bahan-bahan tersebut kemudian menjadi mudah terbakar.
Sebuah api kecil yang muncul di lahan kering dapat menyebar dengan cepat, terutama jika terdapat angin. Api juga dapat berpindah melalui rumput kering dan semak-semak hingga mencapai area yang lebih luas.
Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati menggunakan api di ruang terbuka selama musim kemarau.
Api yang terlihat kecil hari ini dapat menjadi kebakaran besar jika dibiarkan.
Jangan Membakar Sampah Sembarangan
Membakar sampah mungkin terlihat sebagai cara sederhana untuk menghilangkan sampah. Namun, pada musim kemarau, kegiatan tersebut memiliki risiko yang lebih besar.
Api dari pembakaran sampah dapat merambat ke rumput dan semak yang kering. Jika angin bertiup, api dapat menyebar dan sulit dikendalikan.
Selain risiko kebakaran, asap pembakaran sampah juga dapat mencemari udara yang dihirup oleh masyarakat.
Karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Buntok diharapkan menghindari pembakaran sampah secara terbuka dan memilih cara pengelolaan sampah yang lebih aman.
Jangan mengorbankan kesehatan dan keselamatan lingkungan hanya demi menghilangkan sampah dengan cara cepat.
Debu Juga Mengintai Saat Kemarau
Bukan hanya asap yang perlu diwaspadai.
Musim kemarau juga membuat debu lebih mudah beterbangan.
Ketika hujan turun, tanah menjadi basah sehingga partikel tanah tidak mudah terangkat. Sebaliknya, ketika hujan jarang turun, permukaan tanah menjadi kering dan debu mudah terbawa angin maupun kendaraan.
Debu dapat berasal dari jalan, tanah kosong, halaman, area pembangunan, lahan terbuka, dan aktivitas kendaraan.
Di kawasan permukiman dan jalan yang ramai, kendaraan yang melintas dapat mengangkat debu ke udara. Debu tersebut kemudian dapat masuk ke rumah, sekolah, tempat kerja, pasar, dan tempat masyarakat beraktivitas.
Jika debu dan asap berada di udara pada waktu yang sama, kondisi udara dapat menjadi semakin tidak nyaman.
Asap dan Debu Dapat Mengganggu Kesehatan
Udara yang dipenuhi asap dan debu dapat mengganggu sistem pernapasan.
Partikel halus dari asap dapat masuk melalui hidung dan mulut saat kita bernapas. Semakin kecil ukuran partikel, semakin jauh partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan.
Paparan asap dan debu dapat menyebabkan keluhan seperti:
- Batuk.
- Tenggorokan kering atau terasa gatal.
- Mata perih dan berair.
- Hidung terasa tidak nyaman.
- Sesak atau rasa berat saat bernapas.
- Napas berbunyi atau mengi.
- Sakit kepala.
- Tubuh terasa lemas.
- Memperburuk gangguan pernapasan yang sudah ada.
Paparan asap karhutla juga dapat meningkatkan risiko ISPA dan memperburuk kondisi penderita penyakit paru maupun jantung. Karena itu, masyarakat tidak boleh menganggap remeh kabut asap, terutama ketika udara mulai terlihat pekat dan berbau asap.
Siapa yang Paling Rentan?
Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap asap dan debu.
Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih antara lain:
1. Bayi dan anak-anak
Sistem pernapasan anak masih berkembang. Anak juga cenderung lebih aktif sehingga dapat menghirup lebih banyak udara ketika bermain atau beraktivitas di luar rumah.
Pada saat kabut asap tebal, aktivitas anak di luar ruangan sebaiknya dikurangi.
2. Lansia
Lansia dapat lebih rentan terhadap gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk, terutama jika memiliki penyakit penyerta.
3. Ibu hamil
Ibu hamil perlu mendapatkan perlindungan lebih dari paparan polusi udara dan asap.
4. Penderita asma dan penyakit paru
Asap dan partikel di udara dapat memicu atau memperburuk keluhan pernapasan pada orang yang memiliki asma atau penyakit paru.
5. Penderita penyakit jantung
Kualitas udara yang buruk juga perlu diwaspadai oleh masyarakat yang memiliki penyakit jantung. Ketika udara mulai dipenuhi asap, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan.
1. Kurangi aktivitas di luar rumah
Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap terlihat pekat atau kualitas udara sedang buruk.
2. Gunakan masker
Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang dapat membantu menyaring partikel di udara dan pastikan masker terpasang dengan baik.
3. Tutup pintu dan jendela
Ketika asap berada di luar rumah, pintu dan jendela dapat ditutup untuk mengurangi masuknya udara tercemar ke dalam ruangan.
4. Hindari menambah polusi di dalam rumah
Jangan merokok di dalam rumah dan hindari aktivitas lain yang menghasilkan asap.
5. Perbanyak minum air
Tetap menjaga kecukupan cairan tubuh selama cuaca panas dan kondisi berasap.
6. Kurangi olahraga di luar ruangan
Ketika kualitas udara buruk, olahraga berat di luar ruangan sebaiknya dihindari.
7. Pantau informasi resmi
Masyarakat perlu mengikuti informasi dari pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, DLH, dan fasilitas kesehatan mengenai kondisi karhutla dan kualitas udara.
Kenali Tanda Bahaya
Masyarakat juga perlu mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan kesehatan.
Segera datang ke UPT Puskesmas Buntok atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan yang mengkhawatirkan, terutama:
- Sesak napas berat.
- Kesulitan bernapas.
- Napas sangat cepat.
- Nyeri dada.
- Bibir atau wajah tampak kebiruan.
- Kondisi tubuh semakin lemah.
- Penurunan kesadaran.
- Keluhan pernapasan yang semakin berat atau tidak membaik.
Jangan menunggu sampai kondisi menjadi parah.
Pelayanan kesehatan terdekat dapat membantu melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang diperlukan.
UPT Puskesmas Buntok Siap Menjadi Bagian dari Perlindungan Masyarakat
Dalam kondisi kabut asap, fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, pencegahan, deteksi dini, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

UPT Puskesmas sebelumnya telah turun langsung membagikan masker di depan UPT Puskemas Buntok dan di simpang Kangkung sebagai respons terhadap kabut dan UPT Puskesmas Buntok membuka Rumah Oksigen Gratis di Puskesmas untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Dengan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, pengobatan, masker, vitamin, dan oksigen.
Masyarakat Adalah Bagian Penting dalam Pencegahan Karhutla
Petugas dapat memadamkan api, tetapi pencegahan akan jauh lebih efektif apabila masyarakat ikut menjaga lingkungan.
Ada banyak hal sederhana yang dapat dilakukan:
- Jangan membuka lahan dengan cara membakar.
- Jangan membakar sampah di lahan terbuka.
- Jangan meninggalkan api yang belum benar-benar padam.
- Jangan membuang puntung rokok sembarangan.
- Hindari aktivitas yang menggunakan api di dekat rumput atau semak kering.
- Beri tahu anak-anak tentang bahaya bermain api.
- Segera laporkan jika melihat titik api atau asap yang mencurigakan.
- Ikuti informasi dan imbauan pemerintah daerah.
Kebakaran hutan dan lahan sering kali dimulai dari sesuatu yang sangat kecil.
Sebuah api.
Sebuah puntung rokok, Pembakaran sampah, Api dari aktivitas di lahan atau kelalaian manusia. Namun, ketika kondisi lingkungan kering, api tersebut dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan, dampaknya bukan hanya pohon yang terbakar. Hewan dapat kehilangan habitat, lahan dapat rusak, udara tercemar, Aktivitas masyarakat terganggu, Anak-anak dapat mengalami gangguan kesehatan.
Orang yang memiliki penyakit pernapasan dapat mengalami kondisi yang lebih berat, bahkan masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi kebakaran dapat merasakan dampak asap.
Karena itu, jangan menunggu sampai kabut asap memenuhi Buntok untuk mulai peduli.
Mari Bersama Menjaga Wilayah Kerja UPT Puskesmas Buntok
Kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kesehatan lingkungan.
Lingkungan yang terbakar menghasilkan asap.
Asap yang masuk ke udara dapat mengganggu pernapasan dan udara yang tercemar dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Karena itu, mencegah kebakaran hutan dan lahan pada dasarnya juga merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Mari kita mulai dari lingkungan sendiri, mulai dari rumah, mulai dari keluarga, mulai dari lingkungan tempat tinggal.
Tidak membakar lahan, Tidak membakar sampah sembarangan, Tidak membuang puntung rokok sembarangan, Menggunakan masker ketika kabut asap muncul, Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara buruk, Melindungi anak-anak dan kelompok rentan, Segera memeriksakan diri apabila muncul gangguan kesehatan dan Segera melaporkan jika menemukan titik api.
Penutup: Awas Kebakaran Hutan, Lindungi Kesehatan Kita!
Musim kemarau adalah waktu untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tanah yang kering, rumput yang mengering, udara panas, angin, asap, dan debu merupakan kondisi yang harus kita hadapi dengan kesadaran dan tindakan yang tepat.
Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan lingkungan. Karhutla juga merupakan persoalan kesehatan masyarakat.
Asap dapat datang dari kebakaran di sekitar kita maupun dari wilayah lain. Debu dapat beterbangan akibat kondisi tanah yang kering. Keduanya dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Untuk masyarakat Kabupaten Barito Selatan, khususnya wilayah kerja UPT Puskesmas Buntok, mari kita jadikan musim kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan.
AWAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN!
Jangan bakar lahan.
Jangan bakar sampah sembarangan.
Jangan buang puntung rokok sembarangan.
Gunakan masker saat kabut asap.
Kurangi aktivitas di luar ruangan saat udara buruk.
Lindungi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta kelompok rentan.
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.
Laporkan segera jika melihat titik api.
Jaga api, jaga hutan, jaga udara, dan jaga kesehatan.
Buntok sehat, Barito Selatan tangguh.
Mari cegah karhutla mulai dari diri sendiri, mulai dari keluarga, mulai dari lingkungan kita, dan mulai dari sekarang…