TABAK KANILAN– Dalam upaya mendongkrak capaian program kesehatan dan menyempurnakan pelayanan di tingkat desa, UPT Puskesmas Tabak Kanilan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Kegiatan yang berlangsung dinamis ini dilaksanakan pada Rabu (24/6/2026) pagi di Aula SDN 1 yang berada tepat di belakang puskesmas.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh lintas sektor, mulai dari Kepala Desa (Kades), tenaga kesehatan (nakes) desa, nakes puskesmas, hingga garda terdepan kesehatan masyarakat, yaitu para kader posyandu.
Adapun jalannya diskusi dipandu oleh para narasumber berkompeten, di antaranya Penanggung Jawab (PJ) Program Posyandu ILP, Perwakilan Tim Gizi, serta PJ Program Lansia UPT Puskesmas Tabak Kanilan.
Kupas Tuntas Capaian dan Solusi Lapangan
Agenda utama monev kali ini berfokus pada pemaparan capaian program, bedah kendala yang dihadapi di masing-masing posyandu, serta merumuskan rencana solusi bersama.
Berdasarkan data Januari–Juni 2026, capaian utama yang dipaparkan meliputi:
Partisipasi Balita (D/S): Tertinggi pada Februari (90,2%) berkat momen Vitamin A. Angka sempat turun di Maret, namun kembali naik setelah digencarkannya inovasi kunjungan rumah. Desa Baruang sukses mempertahankan partisipasi balita 100% setiap bulan.
Partisipasi Lansia (Usila): Cukup baik di angka 19,6%–24,2%, dengan tren paling stabil di Desa Margajaya, Baruang, dan Wungkur Baru.
Partisipasi Usia Produktif (Uspro): Masih menjadi tantangan terbesar karena rendah (9,47%–15,82%) dan terus menurun akibat bentrok jam kerja.
Dinamika Diskusi: Dari Masalah Anggaran hingga Apresiasi Inovasi
Pertemuan menjadi semakin hidup saat sesi tanya jawab dan tanggapan dari para tokoh desa. Kepala Desa Sarimbuah, Ibu Etiani, secara terbuka menyampaikan tantangan yang dihadapi pihak pemerintah desa terkait peningkatan kapasitas kader. “Untuk kegiatan refreshing (pelatihan penyegaran) kader, pihak desa sebenarnya selalu menganggarkan. Namun, untuk tahun ini kami menghadapi kendala karena adanya efisiensi anggaran,” ungkap Ibu Etiani.
Di sisi lain, prestasi dan inovasi menarik datang dari Desa Wungkur Baru. Ketua Kader ILP Desa Wungkur Baru membagikan cerita sukses bagaimana mereka berhasil menghidupkan suasana posyandu dengan melibatkan generasi muda.
“Posyandu kami sekarang melibatkan kunjungan dari siswa-siswi SMP. Hal ini sangat membantu dan patut diapresiasi karena bisa menumbuhkan kesadaran kesehatan sejak dini,” tuturnya disambut antusias peserta lain.
Doorprize dan Hadiah Menarik untuk Peserta yang Aktif
Untuk membakar semangat para peserta, panitia dari UPT Puskesmas Tabak Kanilan tidak hanya menyediakan fasilitas berupa materi cetak, snack, dan makan siang, tetapi juga membagikan doorprize serta hadiah menarik bagi peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab.