2 November 2026
Untitled - 31 August 2026 at 18.22.01

Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Kondisi mental yang sehat membantu seseorang menjalani aktivitas sehari-hari, bekerja secara produktif, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, serta menghadapi berbagai tekanan kehidupan.

Sebagai salah satu upaya promotif dan preventif, skrining kesehatan jiwa dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya tanda atau risiko masalah kesehatan jiwa. Dengan deteksi lebih awal, seseorang yang membutuhkan perhatian atau tindak lanjut dapat memperoleh bantuan yang sesuai.

𝘼𝙥𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙎𝙠𝙧𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙆𝙚𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙅𝙞𝙬𝙖 ?

Skrining kesehatan jiwa adalah proses deteksi dini untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gejala atau risiko masalah kesehatan jiwa. Skrining bukan diagnosis, sehingga hasil skrining positif tidak langsung berarti seseorang mengalami gangguan jiwa. Hasil tersebut menjadi dasar untuk dilakukan penilaian dan tindak lanjut lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

𝙈𝙚𝙩𝙤𝙙𝙚 𝙎𝙠𝙧𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜

Skrining dilakukan menggunakan “PHQ-4 (Patient Health Questionnaire-4) adalah kuesioner singkat berisi 4 pertanyaan untuk mendeteksi gejala cemas dan depresi dalam 2 minggu terakhir”

Pelaksanaan dilakukan secara langsung dengan pendampingan petugas kesehatan maupun melalui pengisian kuesioner sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

𝙏𝙪𝙟𝙪𝙖𝙣 𝙎𝙠𝙧𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜

Skrining kesehatan jiwa bertujuan untuk:

  • Mendeteksi secara dini adanya risiko atau gejala masalah kesehatan jiwa.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jiwa.
  • Menemukan individu yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.
  • Mencegah masalah kesehatan jiwa menjadi lebih berat.
  • Mengarahkan individu yang membutuhkan kepada pelayanan kesehatan yang sesuai.
  • Mendukung terciptanya lingkungan kerja dan kehidupan yang lebih sehat secara fisik maupun mental.

𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝘾𝙖𝙧𝙖 𝙋𝙚𝙣𝙜𝙞𝙨𝙞𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖?

Pengisian skrining dilakukan dengan menjawab setiap pertanyaan sesuai kondisi yang sebenarnya dirasakan atau dialami. Tidak ada jawaban yang perlu ditakuti atau disembunyikan.

Peserta diharapkan:

  1. Membaca setiap pertanyaan dengan teliti.
  2. Menjawab dengan jujur sesuai keadaan diri.
  3. Tidak meminta orang lain menentukan jawaban.
  4. Mengisi seluruh pertanyaan yang tersedia.
  5. Menyampaikan kepada petugas apabila terdapat kesulitan dalam memahami pertanyaan.
  6. Menjaga kerahasiaan informasi pribadi dan hasil skrining.

𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙎𝙖𝙨𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙎𝙠𝙧𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜?

Skrining kesehatan jiwa dapat dilakukan pada berbagai kelompok sesuai program pelayanan kesehatan, antara lain:

remaja, dewasa, kelompok usia produktif, lansia, masyarakat umum, serta kelompok yang memiliki faktor risiko masalah kesehatan jiwa.

Pelaksanaan skrining disesuaikan dengan kebutuhan dan sasaran program di wilayah kerja.

𝘿𝙞 𝙈𝙖𝙣𝙖 𝙎𝙠𝙧𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙠𝙨𝙖𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣?

Pelaksanaan skrining kesehatan jiwa dilakukan secara bertahap di berbagai lingkungan, antara lain:

  • Lingkungan perkantoran diantaranya : kantor Desa Ruhing Raya, Sarimbuah, Kayumban, Sire, Muka Haji, Wungkur Baru, Kecamatan GBA, Balai Penyuluh Pertanian, Kepolisian Sektor GBA

Untuk pelaksanaan khusus kantor, skrining dilakukan kepada pegawai/staf sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan kerja.

Pelaksanaan skrining kesehatan jiwa di lingkungan kantor/UKBM telah dilakukan sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan jiwa para pegawai.

𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡 𝙣𝙮𝙖 ?

Hasil skrining kesehatan jiwa pada perkantoran wilayah kerja UPT. Puskesmas Tabak Kanilan didapat kan bervariasi hasil, yaitu :

  • beberapa hasil skrining kesehatan jiwa masuk kategori aman / sehat
  • juga ada beberapa hasil skrining kesehatan jiwa masuk kategori mengarah pada depresi / kecemasan berlebih

𝘼𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝘿𝙞𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙎𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙎𝙠𝙧𝙞𝙣𝙞𝙣𝙜?

Hasil skrining menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Bagi peserta yang tidak menunjukkan adanya masalah, dapat diberikan edukasi untuk tetap menjaga kesehatan jiwa.

Sementara itu, bagi peserta yang menunjukkan adanya risiko atau gejala, dilakukan komunikasi, edukasi, konseling atau tindak lanjut sesuai kebutuhan, serta dirujuk ke tenaga kesehatan/fasilitas pelayanan kesehatan apabila diperlukan.

𝙋𝙚𝙨𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙅𝙞𝙬𝙖
Mba Fenny Ayuningtyas, S.Kep.Ners (penanggung jawab program kesehatan jiwa di Upt. Puskesmas Tabak Kanilan) berpesan agar :
“Tidak perlu menunggu sampai masalah menjadi berat. Kenali kondisi diri, berani bercerita, dan jangan ragu mencari bantuan.
Kesehatan jiwa adalah tanggung jawab kita bersama. Mencari bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi merupakan langkah berani untuk menjaga diri”.

𝙈𝙖𝙧𝙞 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙋𝙚𝙙𝙪𝙡𝙞 𝙆𝙚𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙅𝙞𝙬𝙖

Mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, hingga masyarakat. Dengan skrining dan deteksi dini, kita dapat mengenali masalah lebih awal, memberikan dukungan yang tepat, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan peduli terhadap kesehatan jiwa.

𝙎𝙚𝙝𝙖𝙩 𝙅𝙞𝙬𝙖, 𝙎𝙚𝙝𝙖𝙩 𝙍𝙖𝙜𝙖, 𝙋𝙧𝙤𝙙𝙪𝙠𝙩𝙞𝙛 𝘽𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖.

𝘒𝘦 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘪 𝘱𝘦𝘱𝘢𝘺𝘢,
𝘗𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘭𝘪𝘮𝘢.
𝘔𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘬𝘳𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘸𝘢,
𝘈𝘨𝘢𝘳 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘱𝘳𝘪𝘮𝘢.
(FA & EL)