Patas, Kalimantan Tengah — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah di wilayah Kalimantan Tengah menimbulkan kabut asap pekat yang berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena paparan asap kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta mengancam kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan.
Indeks kualitas udara yang dilaporkan pada tanggal 11 Oktober 2026 telah melampaui angka 1000 menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan dan upaya perlindungan kesehatan.

Di tengah kondisi tersebut, UPT Puskesmas Patas terus mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap melalui optimalisasi pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan petugas, serta pembagian masker gratis.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak karhutla, UPT Puskesmas Patas mengoptimalkan pelayanan Rumah Oksigen sebagai salah satu upaya mendukung penanganan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Optimalisasi pelayanan ini menjadi bagian dari komitmen Puskesmas untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan memperoleh penanganan sesuai kondisi klinisnya.

Selain itu, petugas kesehatan UPT Puskesmas Patas juga dikerahkan ke lokasi kebakaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Petugas bersiaga memberikan bantuan kesehatan, termasuk dukungan pemberian oksigen sesuai indikasi medis serta penanganan awal terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan di lokasi terdampak.

Tidak hanya melalui pelayanan medis, UPT Puskesmas Patas juga melaksanakan pembagian masker gratis sebagai langkah preventif untuk membantu mengurangi paparan partikel pencemar dari kabut asap. Kegiatan ini menjangkau pemerintah desa di 12 desa wilayah kerja UPT Puskesmas Patas, sehingga diharapkan dapat mendukung perlindungan kesehatan masyarakat secara lebih luas.

Distribusi masker turut menyasar masyarakat di lingkungan sekitar, termasuk anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang buruk. Pembagian masker juga dilakukan di tempat-tempat ibadah dan juga pasar mingguan patas I. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat tetap memperhatikan perlindungan kesehatan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melalui optimalisasi pelayanan Rumah Oksigen, pengerahan petugas kesehatan ke lokasi kebakaran, serta pembagian masker gratis yang menjangkau 12 desa, masyarakat sekitar, anak-anak, tempat ibadah, dan pasar mingguan Patas I, UPT Puskesmas Patas terus berupaya memberikan perlindungan kesehatan di tengah kondisi darurat kabut asap.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla. Diharapkan berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan, memperluas akses terhadap pertolongan medis, serta membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

UPT Puskesmas Patas berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Bersama, tingkatkan kewaspadaan, cegah karhutla, dan lindungi kesehatan dari bahaya kabut asap.

By admin