Dalam upaya memperkuat pelayanan promotif kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan, UPT Puskesmas Patas melalui Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa, Evy Susilawati, S.Kep., Ners., melaksanakan kegiatan Fasilitasi Pembentukan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Sekolah. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan warga sekolah dalam memberikan dukungan awal terhadap individu yang mengalami masalah psikologis.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan upaya promotif kesehatan jiwa di masyarakat melalui pembentukan First Aider P3LP di sekolah. Sasaran kegiatan meliputi guru, siswa, dan siswi jenjang SMP maupun SMA di wilayah kerja UPT Puskesmas Patas. Secara keseluruhan, program ini akan menjangkau 12 sekolah, yang terdiri atas 3 sekolah tingkat SMA dan 9 sekolah tingkat SMP.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada Juli 2026 dengan cakupan enam sekolah, yaitu SMAN 3 Gunung Bintang Awai, SMAN 2 Gunung Bintang Awai, SMPN 2 Gunung Bintang Awai, SMPN 3 Gunung Bintang Awai, MA Palu Rejo, dan MTs Palu Rejo. Sementara itu, enam sekolah lainnya dijadwalkan mengikuti kegiatan pada Agustus 2026, sehingga seluruh target sekolah di wilayah kerja UPT Puskesmas Patas dapat memperoleh pembinaan secara menyeluruh.

Rangkaian kegiatan disusun secara komprehensif agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis. Materi yang diberikan meliputi penyuluhan dan orientasi mengenai konsep P3LP di sekolah, simulasi penerapan prinsip 3M (Memperhatikan, Mendengarkan, dan Menghubungkan) sebagai pendekatan dasar dalam memberikan dukungan psikologis awal, serta pembentukan First Aider di setiap kelas yang terdiri atas 2–3 orang siswa maupun siswi.

Selain itu, kegiatan juga mencakup penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan alur rujukan P3LP di sekolah, sehingga mekanisme penanganan peserta didik yang membutuhkan bantuan dapat dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi. Para peserta juga dibekali dengan praktik pengendalian diri melalui teknik distraksi, relaksasi, dan sugesti diri sebagai keterampilan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mental.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, sesi tanya jawab dilaksanakan secara interaktif sehingga guru dan siswa dapat mendiskusikan berbagai situasi yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah. Seluruh pelaksanaan kegiatan kemudian didokumentasikan dan diinput ke dalam Aplikasi Simkeswa sebagai bagian dari pencatatan dan pelaporan program kesehatan jiwa.

Melalui pembentukan First Aider P3LP di sekolah, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih peduli, aman, dan responsif terhadap kesehatan mental. Kehadiran First Aider menjadi langkah awal dalam mendeteksi permasalahan psikologis secara dini, memberikan dukungan emosional yang tepat, serta menghubungkan individu yang membutuhkan dengan guru, tenaga kesehatan, maupun layanan kesehatan jiwa sesuai alur rujukan yang telah ditetapkan.

UPT Puskesmas Patas berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan satuan pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental. Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan tercipta generasi yang tangguh, peduli terhadap sesama, serta memiliki kemampuan menjaga kesehatan jiwa sebagai bagian penting dari kualitas hidup.

By admin