29 Maret 2026
Desain tanpa judul

Pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kualitas keluarga melalui pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesehatan reproduksi.

Pelayanan KB di Kabupaten Barito Selatan dilaksanakan secara terpadu melalui:

  • Fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas, Klinik, RS)
  • Kegiatan lapangan oleh Penyuluh KB (PLKB)
  • Posyandu dan kader masyarakat
  • Pelayanan KB keliling (jemput bola)

Jenis Pelayanan KB

a. Pelayanan Kontrasepsi

  • Metode kontrasepsi jangka pendek (pil, suntik, kondom)
  • Metode kontrasepsi jangka panjang (IUD, implant, MOW, MOP)

b. Pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)

  • Penyuluhan kesehatan reproduksi
  • Pendewasaan usia perkawinan
  • Perencanaan keluarga

c. Pelayanan Kesehatan Reproduksi

  • Konseling kesehatan reproduksi
  • Pelayanan ibu hamil dan pasca persalinan
  • Pencegahan stunting

d. Pelayanan Pembinaan Ketahanan Keluarga

  • Bina Keluarga Balita (BKB)
  • Bina Keluarga Remaja (BKR)
  • Bina Keluarga Lansia (BKL)
  • Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)

Sasaran Pelayanan

Sasaran program KB meliputi:

  • Pasangan Usia Subur (PUS)
  • Ibu hamil, ibu menyusui, dan pasca persalinan
  • Remaja dan calon pengantin
  • Keluarga risiko stunting
  • Masyarakat di wilayah terpencil/terjangkau layanan terbatas

Mekanisme Pelayanan

Pelayanan KB dilaksanakan melalui:

  1. Pendataan dan identifikasi sasaran oleh PLKB
  2. Penyuluhan dan konseling kepada masyarakat
  3. Pelayanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan
  4. Pelayanan KB gratis dan pelayanan keliling
  5. Monitoring dan evaluasi keberlanjutan peserta KB

Sumber Daya

a. Sumber Daya Manusia

  • Penyuluh KB (PKB/PLKB)
  • Tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat)
  • Kader posyandu dan kader KB

b. Sarana dan Prasarana

  • Puskesmas dan jaringannya
  • Alat dan obat kontrasepsi (Alokon)
  • Kendaraan pelayanan KB keliling
  • Media KIE

Indikator Kinerja Pelayanan

  • Persentase peserta KB aktif
  • Contraceptive Prevalence Rate (CPR)
  • Unmet Need (kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi)
  • Persentase penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
  • Penurunan angka kelahiran total (TFR)
  • Jumlah akseptor KB baru

Permasalahan dan Tantangan

  • Masih rendahnya kesadaran masyarakat ber-KB
  • Keterbatasan tenaga penyuluh KB
  • Akses pelayanan di wilayah terpencil
  • Preferensi masyarakat terhadap metode kontrasepsi jangka pendek
  • Budaya dan persepsi terhadap KB

Upaya dan Strategi

  • Peningkatan pelayanan KB gratis dan pelayanan keliling
  • Penguatan peran PLKB dan kader
  • Integrasi pelayanan KB dengan program stunting
  • Peningkatan edukasi melalui media dan kegiatan masyarakat
  • Promosi penggunaan MKJP

Inovasi Pelayanan

  • Pelayanan KB jemput bola ke desa terpencil
  • Integrasi pelayanan KB dengan posyandu
  • Kampanye digital dan media sosial
  • Pelayanan KB pada kegiatan hari besar

Pelayanan KB di Kabupaten Barito Selatan merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pelayanan yang terintegrasi dan berkelanjutan, diharapkan tercapai keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera serta mendukung penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Mari wujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera 💙

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui DP3APPKB mengajak seluruh masyarakat untuk:

  • Mengikuti program Keluarga Berencana (KB) secara aktif
  • Memilih metode kontrasepsi yang sesuai dan aman
  • Merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak
  • Memanfaatkan layanan KB gratis di puskesmas, posyandu, dan pelayanan keliling

KB bukan hanya untuk mengatur kelahiran, tetapi juga untuk:
✅ Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
✅ Mencegah stunting
✅ Mewujudkan keluarga berkualitas

📍 Ayo datang ke fasilitas pelayanan terdekat atau hubungi petugas KB di desa Anda!

“Dua Anak Lebih Sehat, Keluarga Lebih Sejahtera”