BARITO SELATAN — Masyarakat Kabupaten Barito Selatan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau. Kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat apabila konsentrasi polutan di udara meningkat.
Status ISPU secara umum terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu
Baik (0–50)
Sedang (51–100)
Tidak Sehat (101–200)
Sangat Tidak Sehat (201–300)
Berbahaya (≥301)
Semakin tinggi nilai ISPU, semakin besar pula risiko dampaknya terhadap kesehatan.
Saat ini Status ISPU di Kabupaten Barito Selatan berada dalam kategori SANGAT TIDAK SEHAT dengan nilai PM2.5 yaitu 235 atau dala ststus MERAH. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi dan perkembangan status ISPU dari sumber resmi https://ispu.kemenlh.go.id/webv5/#/peta/KABUPATEN_BARITOSELATAN/-1.6793400049209595/114.90799713134766.
Apabila ISPU berada pada kategori Tidak Sehat atau lebih tinggi, masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas udara dan lingkungan. Mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, kita dapat membantu menjaga udara tetap bersih, sehat, dan aman bagi seluruh masyarakat Barito Selatan.
