INFO
  •  Selamat Datang di Website Portal OPD Kabupaten Barito Selatan 
  •  Welcome to Barito Selatan 

TINGKATKAN PAD, Disnakertrans Barsel Usulkan Raperda Retribusi IMTA

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi - Kamis, 19 Desember 2019

 

Buntok, Barsel (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Barito Selatan, Kalimantan Tengah berencana mengusulkan rancangan peraturan daerah tentang retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), sebagai upaya meningkatkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami sudah menggagas terkait raperda itu itu sejak Nopember 2019 lalu," kata kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Barito Selatan, Agus In'Yulius, di Buntok, Senin.

DisnakertransBarsel juga telah melaksanakan rapat terkait hal itu dengan asisten Pemerintahan Setda Barito Selatan untuk memunculkan Perda IMTA dan mengusulkan raperdanya pada 2020 mendatang.

Dia mengatakan sebenarnya Barito Selatan sudah membuat Perda tentang IMTA yakni Perda Nomor 2/2015, hanya saja Perda ini belum di evaluasi oleh Pemerintah Provinsi, sehingga perda tersebut tidak bisa dijalankan.

"Karena belum di evaluasi, maka Perda tersebut belum bisa diterapkan, sehingga retribusi IMTA nya selama ini ditarik oleh pemerintah provinsi," kata Agus.

Oleh karena itu Disnakertransbarsel akan mengusulkan kembali Perda ini untuk dibuat kembali dengan mengacu pada konsep perda yang lama, dan untuk anggaran pembuatan perdanya sudah dianggarkan melalui APBD 2020 mendatang.

Ia menyampaikan, dalam aturannya, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 dan Permenaker Nomor 10/2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) bahwa retribusi mempekerjakan tenaga kerja asing itu sebesar 100 dollar per orang dalam per bulannya.

Sedangkan berdasarkan data di Disnakertrans Barito Selatan, jumlah tenaga kerja asing yang bekerja pada perusahaan yang berinvestasi di daerah ini sejak 2018 hingga 2019 ini sebanyak 15 orang.

"Bayangkan saja, kalau 10 orang TKA yang bekerja di Barito Selatan, dan apabila dikalikan selama 10 bulan, maka retribusi pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya sebesar Rp 1, 3 miliar, dan bila dikalikan selama 1 tahun maka pemasukannya bisa mencapai 1, 5 miliar. Apalagi kalau jumlah TKA nya 15 orang, maka pemasukannya akan bertambah besar lagi dari jumlah tersebut," jelas Agus In'Yulius.


Buntok, Barsel (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Barito Selatan, Kalimantan Tengah berencana mengusulkan rancangan peraturan daerah tentang retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), sebagai upaya meningkatkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami sudah menggagas terkait raperda itu itu sejak Nopember 2019 lalu," kata kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Barito Selatan, Agus In'Yulius, di Buntok, Senin.

DisnakertransBarsel juga telah melaksanakan rapat terkait hal itu dengan asisten Pemerintahan Setda Barito Selatan untuk memunculkan Perda IMTA dan mengusulkan raperdanya pada 2020 mendatang.

Dia mengatakan sebenarnya Barito Selatan sudah membuat Perda tentang IMTA yakni Perda Nomor 2/2015, hanya saja Perda ini belum di evaluasi oleh Pemerintah Provinsi, sehingga perda tersebut tidak bisa dijalankan.

"Karena belum di evaluasi, maka Perda tersebut belum bisa diterapkan, sehingga retribusi IMTA nya selama ini ditarik oleh pemerintah provinsi," kata Agus.

Oleh karena itu Disnakertransbarsel akan mengusulkan kembali Perda ini untuk dibuat kembali dengan mengacu pada konsep perda yang lama, dan untuk anggaran pembuatan perdanya sudah dianggarkan melalui APBD 2020 mendatang.

Ia menyampaikan, dalam aturannya, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 dan Permenaker Nomor 10/2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) bahwa retribusi mempekerjakan tenaga kerja asing itu sebesar 100 dollar per orang dalam per bulannya.

Sedangkan berdasarkan data di Disnakertrans Barito Selatan, jumlah tenaga kerja asing yang bekerja pada perusahaan yang berinvestasi di daerah ini sejak 2018 hingga 2019 ini sebanyak 15 orang.

"Bayangkan saja, kalau 10 orang TKA yang bekerja di Barito Selatan, dan apabila dikalikan selama 10 bulan, maka retribusi pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya sebesar Rp 1, 3 miliar, dan bila dikalikan selama 1 tahun maka pemasukannya bisa mencapai 1, 5 miliar. Apalagi kalau jumlah TKA nya 15 orang, maka pemasukannya akan bertambah besar lagi dari jumlah tersebut," jelas Agus In'Yulius.

 

Sekretariat Daerah



Lembaga Teknis Daerah


Kecamatan