INFO
  •  Selamat Datang di Website Portal OPD Kabupaten Barito Selatan 

Perkuat Program Banggakencana, Perwakilan BKKBN Kalteng gelar Rakerda

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak - Minggu, 1 Maret 2020

Sampit – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diselenggarakan pada tanggal 25-26 Februari 2020, bertempat di ballroom Aquarius Boutique Hotel, Sampit.

Rapat Kerja Daerah ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana keberhasilan program KB yang selama ini telah dilaksanakan serta merumuskan kebijakan baru untuk keberhasilan program Banggakencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) kedepannya.

Secara umum gambaran pencapaian Program Banggakencana sampai dengan tahun 2019 masih belum memenuhi target, beberapa pencapaian yang belum maksimal diantaranya Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) 15-49 tahun baru mencapai 2,45 per-WUS dan belum mencapai target yang diharapkan 2,28. Begitu juga untuk target tingkat putus pakai kontrasepsi yang baru mencapai 29 persen dibandingkan dengan target yang semestinya harus dicapai 24,6 persen. Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) hanya mencapai 12,1 persen dari target sebesar 9,91 persen, serta indikator Persentase pemakaian kontrasepsi modern (modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR) hanya mencapai 54,97 persen. Sedangkan untuk target penggunaan MKJP dapat tercapai dengan baik sebesar 24,6 persen dibanding target sebesar 23,5 persen. Berangkat dari permasalahan ini, harus segera ditindaklanjuti dengan berbagai percepatan program dan kegiatan prioritas, tidak hanya pada level pemerintah pusat saja, tetapi justru bagaimana implementasi di tingkat daerah baik di tingkat provinsi maupun kab/kota, serta ujung tombak di lini lapangan, yang secara langsung dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat khususnya di Kalimantan Tengah.

Disamping hal itu, angka kelahiran pada usia remaja yang tinggi menjadi permasalah utama di Kalimantan Tengah. Usia remaja yang dimaksud yakni penduduk usia 15 tahun hingga usia 19 tahun. Hal itu tentunya menunjukkan terjadinya perkawinan pada usia anak yang seharunya pada usia ini mereka harus mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Sehingga hal itupun berdampak pada tingginya lama sekolah di Kalteng. Hal ini menjadi tantangan terbesar Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah maupun pemerintah daerah provinsi yakni untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kegiatan Rakerda ini diawali dengan kegiatan Pra Rakerda, dimana dalam kegiatan ini membahas evaluasi pencapaian program yang telah dilakukan di tahun 2019, evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, serta membahas strategi dan arah kebijakan program kedepannya.

Dalam kegiatan Rakerda ini juga dilakukan pembacaan deklarasi anti gratifikasi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng, Mhd. Irzal, serta dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kerja kemitraan antara Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng dengan seluruh Kepala Dinas OPD KB (Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana) kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah tentang pengelolaan program Banggakencana.

Rapat Kerja Daerah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Habib H. Said Ismail. Wakil Gubernur mengatakan bahwa masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa program KB bukan hanya sekedar mengampanyekan program 2 anak cukup saja, namun bagaimana keluarga dapat merencanakan masa depannya agar dapat lebih sejahtera dan berkualitas. “Bahwasanya KB adalah keluarga yang punya rencana masa depan yang lebih baik, sejahtera, makmur, dan sentosa” ungkap Said Ismail.

Selain itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Biro Perencanaan BKKBN RI, Siti Fatonah. Lebih lanjut dalam kegiatan ini beliau mengatakan bahwa ia berharap ada kesamaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program KB yang ingin dicapai. “Tentu kita akan menyamakan persepsi, memiliki platform yang sama, jika berbicara program Banggakencana di tahun 2020 ini. Target-target yang harus dicapai oleh kabupaten/kota terkait dengan target yang sudah kita tetapkan dalam RPJMN, antara lain penurunan Total Fertility Rate, tentang pemakaian kontrasepsi, indeks pembangunan keluarga, dan sebagainya” ungkap Siti Fatonah.

Rakerda kali ini mengusung tema “Banggakencana dalam Era Millenial menuju Kalteng BERKAH”. Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng, Mhd. Irzal menyebut, tema kegiatan yang diambil diharapkan mampu menyasar kaum millenial, mengingat saat ini BKKBN lebih berkomitmen untuk melakukan pendekatan kepada generasi millenial. “Tema ini diambil karena menyesuaikan dengan sasaran BKKBN yaitu kaum millenial”, tegas Mhd. Irzal.

Dengan dilaksanakannya Rapat Kerja Daerah ini, diharapkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) di Provinsi Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih optimal lagi.

Penulis : Adithiya Wiradinatha Saputra

Sumber : http://kalteng.bkkbn.go.id/?p=659

Sekretariat Daerah



Lembaga Teknis Daerah


Kecamatan