INFO
  •  Selamat Datang di Website Portal OPD Kabupaten Barito Selatan 
  •  Welcome to Barito Selatan 

Jadi Juara Pertama Karnaval Isen Mulang 2019, Tari Balian Dadas Bakal Diundang ke Istana

- Sabtu, 22 Juni 2019

 

Totalitas kontingen Barito Selatan yang menampilkan Tari Balean atau Balian Dadas membuahkan hasil. Panitia Festival Isen Mulang 2019 menobatkanya sebagai juara pertama Lomba Karnaval Budaya. Kabar gembira itu diumumkan di Taman Budaya Palangkaraya, Rabu (19/6) malam.

 

Menariknya lagi, kemenangan ini akan menghantarkan kontingen Barito Selatan ke istana negara. Mereka bakal diundang untuk membawakan Tari Balian Dadas saat perayaan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.

 

“Benar. Tari Balian Dadas bakal ditampilkan di istana negara saat perayaan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus nanti. Sebenarnya itu sudah menjadi permintaan pihak istana sejak jauh hari. Mereka juga sudah dua kali datang ke Kalbar untuk memastikannya. Semua sudah fix,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Tengah, Guntur Talajan.

 

Tari Balian Dadas memang bukan tarian biasa. Mereka yang membawakannya seperti bergerak di alam bawah sadar. Sebab, beberapa ‘adegan’ dalam tarian tersebut cukup ekstrem dan berbahaya. Sehingga, sangat tidak disarankan untuk dilakukan penari amatir.

 

Tarian Balian Dadas sempat menyita perhatian pengunjung karnaval karena mempertontonkan atraksi yang tak biasa. Beberapa penari tampak ‘bersahabat’ dengan pelepah pohon salak yang penuh dengan duri tajam. Mereka memeluk, menginjak dan bergulingan di atasnya tanpa takut terluka.

 

Tari Balian Dadas sendiri adalah salah satu tari tradisional masyarakat Dayak Man’nyan di Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Biasanyam, tarian ini dilakukan untuk meminta kesembuhan kepada Sang Pencipta (Ranying Hatala langit) bagi mereka yang menderita sakit.

 

Seiring berjalannya waktu, perkembangannya tidak lagi sebagai sarana pengobatan. Namun lebih untuk sarana hiburan oleh masyarakat. Tari ini dipertunjukan oleh 6 penari wanita, dan 2 penari pria. Pertunjukan awalnya dibuka oleh 2 penari wanita yang berperan menjadi dayang-dayang sang dukun.

 

Selanjutnya di pertunjukan kedua, munculah 2 penari pria yang berperan sebagai dukun. Rangkaian tari ini berupa gerakan melingkar dan berputar-putar yang menggambarkan mereka sedang melaksanakan ritual pengobatan dengan diiringi oleh lirik-lirik lagu seperti mantra.

 

Ketua Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, kini, Tari Balian Dadas juga digunakan dalam acara penyambutan, peresmian, dan juga festival budaya.

 

“Karena difungsikan sebagai sarana hiburan, maka tarian ini sudah banyak di modifikasi dari bentuk aslinya. Termasuk dengan atraksi duri salak seperti yang tersebut di atas,” ujarnya.

 

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menambahkan, Festival Isen Mulang memang selalu menampilkan beragam ‘warna’ budaya dari suku Dayak. Keunikan yang tersaji jelas memiliki daya tarik bagi wisatawan.

 

“Atraksi yang ditampilkan sangat menarik dan membuat event ini berlangsung meriah. Dalam bahasa lokal, Isen Mulang berarti tidak pernah mundur. Ini merupakan moto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian masyarakat setempat,” jelasnya.

 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Festival Isen Mulang menjadi momentum yang pas untuk membangkitkan industri pariwisata di Kalimantan Tengah. Kegiatan ini kental dengan nuansa budaya yang dikemas dengan standar nasional.

 

“Kalteng harus bangkit dan berkibar seperti daerah lain. Konsep acaranya sudah bagus. Sekarang yang dibutuhkan adalah branding secara masif. Kemenpar akan bantu itu. Tapi, penyelenggara festival ini juga harus aktif. Manfaatkan semua jenis media, termasuk media sosial,” terangnya.(*)

 

Sekretariat Daerah



Lembaga Teknis Daerah


Kecamatan