INFO
  •  Selamat Datang di Website Portal OPD Kabupaten Barito Selatan 
  •  Welcome to Barito Selatan 

Ini Strategi Pemkab Barsel Cetak SDM Unggul

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi - Senin, 20 Januari 2020

 

BPKNews.co.id – BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, melalui Dinas
Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) mengajak agar seluruh Pemerintah
Desa di Bumi Batuah tersebut, menyisihkan sebagian Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana
Desa (ADD) untuk membangun SDM terampil dan berkualitas.
Guna menyampaikan program kerjasama tersebut, Disnakertrans Barsel, telah
melaksanakan pertemuan dengan 14 desa dari tiga Kecamatan se-Barsel, pada Rabu
(8/1/2020) lalu.

14 Desa tersebut adalah dari Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), yakni Desa
Wayun, Gagutur, Palu Rejo, Margajaya, Patas I, Patas II dan desa Sire. Kemudian dari

Kecamatan Karau Kuala, adalah desa Malitin, Janggi, Teluk Betung, Talio, Babai dan
desa Salat Baru. Sedangkan untuk Kecamatan Dusun Selatan, adalah desa Sanggu.

Disampaikan oleh Kepala Disnakertrans Barsel, Agus In’yulius, ST, MT, rapat yang
dilakukan bersama dengan para Pemdes itu, adalah bertujuan untuk mengajak agar
Pemdes-Pemdes tersebut menyisihkan sebagian dana yang bersumber dari DD dan ADD
mereka dimanfaatkan sebagai patungan (Sharing Cost) bekerjasama dengan Balai
Latihan Kerja (BLK).

Sharing Cost itu, nantinya akan digunakan untuk pembiayaan pelatihan ataupun kursus
bagi peningkatan keterampilan masyarakat desanya masing-masing.

Sebab, jelas Agus lagi, dari empat sumber pendanaan pelatihan yang dijelaskan oleh
pihak BLK, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sharing cost DD ataupun ADD serta dana
Kompensasi dari perusahaan.

“Jadi dari sharing cost ini, ini maksudnya adalah, transportasi, akomodasi dan lain-lain
itu, biayanya di kita. Dan pull untuk pelatihan, itu dananya di BLK. Kita kemaren,
mengajak warga desa juga seperti itu, pertama melewati sharing cost, yang kedua
melewati DD ataupun ADD,” terangnya kepada awak media, saat ditemui di Kantornya,
Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut, diterangkan oleh pria yang pernah menjabat sebagai Kabid Bina Marga
DPUPR Lamandau ini lagi, program kerja ini bertujuan agar Pemdes di Barsel bisa saling
bekerjasama, dalam hal memberikan kesempatan bagi warga desanya untuk
meningkatkan kualitas diri dan memiliki keterampilan.

Sehingga kedepannya nanti, ketersediaan tenaga kerja terampil (Skill) di desa-desa se-
Barsel, cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja bagi perusahaan-perusahaan
yang berinvestasi di Kabupaten bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut.

Bahkan, diharapkannya lagi, dengan adanya gerakkan dari Pemdes itu, nantinya
ketersediaan tenaga kerja terampil, bukan hanya bisa untuk mengisi kebutuhan di
Kabupaten sendiri, juga bisa membuka kesempatan dan peluang kerja yang lebih luas
bagi masyarakat Barsel, hingga keluar daerah.

“Kita harapkan dengan adanya kegiatan ini, jangan sampai warga kita (Barsel) nantinya
setiap bekerja di Perusahaan hanya jadi Security atau tukang sapu saja, tapi juga tenaga
kerja skillnya. Bukan hanya di Barsel saja, tapi juga dipakai di daerah-daerah lain,”
pungkasnya. (Petu)

Sekretariat Daerah



Lembaga Teknis Daerah


Kecamatan