INFO
  •  Selamat Datang di Website Portal OPD Kabupaten Barito Selatan 

berfokus pada promotif dan preventif sebagai investasi utama pengembangan manusia, dan pembangunan kesehatan berkelanjutan

- Rabu, 20 Januari 2021

 

 

Pelayanan dan pembangunan fasilitas kesehatan lebih difokuskan pada upaya promotif dan preventif ungkap Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Bapak H. Eddy Raya Samsuri, S.T. mengarahkan.

 

Bapak Bupati Barsel menilai, upaya itu lebih dapat memberikan dampak yang luas dan efisien terhadap sektor pembangunan kesehatan,  kata beliau saat acara penggalangan komitmen pencegahan stunting dan stop Buang Air Besar sembarangan di Buntok, Selasa lalu.

 

"Bahkan kami melihat fokus pada promotif dan preventif itu lebih efisien dari sisi ekonomi sebagai investasi utama pengembangan manusia, dan pembangunan kesehatan berkelanjutan," terang beliau.

 

Mutlak diperlukan dan sebagai pembangunan kesehatan berkelanjutan salah satu utamanya melalui perbaikan gizi masyarakat terutama 1000 hari pertama kehidupan.

 

Bapak Bupati mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan berbagai masalah gizi, yang mana prevelansinya masih tinggi yakni sekitar 34, 4 persen. Begitu juga angka anemia pada ibu hamil, dan obesitas pada orang dewasa.

 

Di Provinsi Kalimanan Tengah, prevalensi stunting berada pada urutan ketiga dengan angka 34,04 persen. dan Barito Selatan tercatat pada urutan keempat se Kalimantan Tengah dengan angka 40,19 persen.

 

Menurut beliau, permasalahan gizi maupun stunting tersebut terjadi hampir diseluruh strata ekonomi masyarakat, baik yang berada di pedesaan maupun yang berada di perkotaan.

 

Yang mendasari terjadinya masalah gizi karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang optimal bukan hanya hanya masalah kemiskinan, kata beliau.

 

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/ 2013 tentang gerakan nasional percepatan perbaikan gizi dan Inpres Nomor 1/ 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) upaya intervensi gizi sensitif dan spesifik dari semua sektor terkait ini perlu terus ditingkatkan, ungkap Bapak Bupati.

 

"Untuk Kabupaten Barito Selatan telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14/ 2019 tentang gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) dan Perbup Nomor 16/2019 tentang Penurunan Stunting," terrang Bapak Bupati Barsel.

 

Perbup tersebut merupakan upaya optimalisasi terintegrasi untuk intervensi menurunkan angka stunting dan upaya tersebut melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Cegah Stunting (Germas Ceting), lanjut beliau.

 

"Kita berharap dengan upaya optimalisasi ini, angka prevalensi stunting di Barito Selatan dapat turun dan memenuhi standar who dibawah angka 20 persen," pinta beliau.

 

Sedangkan salah satu upaya percepatan bidang sanitasi untuk mencapai target sustainable development goals dan universal access 100-0-100, masyarakat harus mendapat akses air minum 100 persen.

 

Demikian halnya dengan akses limbah domestik masyarakat buang air besar sembarangan, juga harus sudah 0 persen. Oleh karena itu, masyarakat harus mendapat akses sanitasi yang layak 100 persen di tahun 2020.

 

Untuk mewujudkan itu semua, pihak Pemerintah Barsel melaksanakan kegiatan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Program Air Minum Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

 

Langkah ini merupakan strategi kegiatan sanitasi dan air bersih di pedesaan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari 5 pilar yang mana pilar 1 yakni stop buang air besar sembarangan.

 

"Kita terus melaksanakan gerakan stop buang air besar sembarangan dan hal itu sudah tertuang dalam Peraturan Bupati Barito Selatan Nomor 9/2015," terang Bapak Bupati Barsel.

 

Beliau juga menyampaikan, pada hari ini berbagai elemen  baik dari unsur pemerintah, lintas sektor, perusahaan dan masyarakat hadir bersama-sama secara konvergensi dan terintegrasi menggalang dukungan dan komitmen semua pihak serta membulatkan tekad.

 

Hal itu dilaksanakan dalam upaya mewujudkan cita-cita mulia yakni mewujudkan seluruh masyarakat Barito Selatan terbebas dari stunting serta mampu mengakses air bersih dan juga memiliki jamban sehat sebagai salah satu indikator kemajuan kabupaten yang kita cintai ini.

 

"Karena apabila kesehatan pulih, ekonomi bangkit," ungkap Bapak Bupati Barsel.

 

Acara penggalangan komitmen pencegahan stunting, dan stop Buang Air Besar sembarangan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Jaro Pirarahan Buntok tersebut dihadiri sejumlah Kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD).

 

(sumber : kalteng.antaranews.com/e:is)

 

Sekretariat Daerah



Lembaga Teknis Daerah


Kecamatan